Pages

Rabu, 23 Januari 2013

LEMBAGA DAN SALURAN TATANIAGA



LEMBAGA DAN SALURAN TATANIAGA


Lembaga tataniga adalah badan-badan yang menyelenggarakan kegiatan atau fungsi tataniaga  dengan nama barang-barang bergerak dari pihak produsen sampai pihak konsumen.

Berikut termasuk lembaga tataniaga:
*     Golongan produsen
Tugas:          
·         menghasilkan barang-barang
·         aktif melaksanakan beberapa fungsi tataniaga tertentu untuk meyalurkan hasil produksinya kepada konsumen.
Contoh:   nelayan, petani ikan, dan pengolah hasil perikanan.

*     Pedagang perantara (middlemen / intermediary)
Tugas:
·      membeli dan mengumpulkan barang-barang yang berasal dari produsen
·      menyalurkan barang-barang tersebut kepada konsumen
Contoh: 

*     Lembaga pemberi jasa (faciliating agencies)
Tugas:
·      memberi jasa atau fasilitas untuk memperlancar fungsi tataniaga yang dilakukan produusen atau pedagang perantara.
Contoh:   bank, usaha pengangkutan, biro iklan, dsb.

1.        SALURAN TATANIAGA

Kelompok hasil perikanan berdasarkan penggunaanya:
a.     Bahan Mentah
» produk yang akan dibeli oleh pabrik atau uasaha pengolahan untuk diolah menjadi barang jadi.
Misal:  kan kaleng, tepung ikan, ikan asing, dsb.

b.    Barang Konsumsi
»  produk yang dibeli oleh konsumen akhir untuk keperluan konsumsi.
Misal:  household comsumer, restaurant, hospital, dll.

Faktor yang mempengaruhi panjang pendeknya saluran tataniaga yang dilalui oleh suatu hasil perikanan, yaitu:
*     Jarak antara produsen dan kosumen
» makin jauh jarak antara produsen dan konsumen biasanya makin panjang saluran tataniaga yang ditempuhn oleh produk.
*   Cepat tidaknya produk rusak
» Produk yang cpat atau mudah rusak harus segera diterima konsumen dan dengan demikian menghendaki saluran yang pendek dan cepat.
*   Skala Produksi
» Bila produksi berlangasung dalam ukuaran kecil-kecil maka jumlah produksi yang dihasilkan berukuran kecil pula, hal mana yang tidak akan menguntungkan bila produsen langsung menjualnya ke pasar. Dalam keadaan demikian kehadiran pedagang perantara diharapkan, dan dengan demikian saluran yang akan dilalui produk cendrung panjang.
*   Posisi keuangan pengusaha
» Produsen yang posisi keuangannya kuat cenderung untuk memperpendek saluran tataniaga. Pedagang yang posisi keuangan (modalnya) kuat akan dapat melakukan fungsi tataniaga lebih banyak dibandingakan dengan pedagang yang posisi modalnya lemah. Dengan kata lain, pedagang yang memiliki modal kuat cenderung memperpendek saluran tataniaga.

2.   PRODUSEN SEBAGAI PENJUAL

               
Bagi usaha perikanan komersial keuntungan (profit) merupakan sasaran yang hendak dicapai nelayan atau petani ikan.
Tugas utama nelayan dan petani ikan:
    → menghasilkan barang (ikan) bermutu tinggi untuk dipasarkan.
Informasi pasar yang perlu dipelajari petani ikan:
1.       Tipe pasar yang macam-macam produk yang dihasilkan, yaitu:
1)      Pasar persaingan murni (pure competition)
2)      Pasar monopoli (pure monopoly)
3)      Pasar persaingan monopoliistis
2.       Variasi harga musiman.
Ø  Berpengaruh pada keuntungan yang akan diterima nelayan dan petani ikan.
Ø  Cenderung mengikuti pola yang sama dari tajun ke  tahun.
Ø  Harga trendah terjadi dalam masa panen.
Ø  Jika nelayan atau petani ikan memiliki fasiitas penyimpanandan sanggup menunggu (modal kuat), maka akan mempunyai kesempatan untuk menjual hasil usahanya pada waktu harga cukup tinggi.
3.       Trend harga dari hasil usaha perikanan.
Ø  Berpengaruh pada keuntungan yang akan diterima nelayan.
Ø  Dapat turun / naik karena perubahan permintaan.
Ø  Trend harga di suatu pihak dan perubahan biaya produksi di pihak lainnya mengharuskan nelayan untuk menyesuaikan rencana produksinya sebaik-baiknya agar diperoleh untung yang baik.

Keuntungan dan kerugian penjualan di tiap jenis pasar ( pasar lokal, pasar pusat dan pasar eceran):
x         Keuntungan: Bila barang yang akan dijual tersedia cukup besar jumlahnya dan keadaan pasaran mantap, maka nelayan dan petani ikan akan lebih menguntungkan kalau menjual ke pasar pusat karena harga lebih baik.
x         Kerugian: Bila fluktuasi harga sangat besar atau jumlah barang yang tersedia kecil, maka nelayan atau petani ikan akan menerima untung (laba) lebih baik kalau menjual kepada pedagang pengumpul lokal atau pengolah di daerah produksi.

3.   PEDAGANG PERANTARA


Berdasarkan pemilikan atas barang dagang, kelompok pedagang perantara yaitu:
3.1   Pedagang yang memiliki barang dagangan
» pedagang perantara yang memiliki dan menjual barang dengan maksud memperoleh laba dan keharusan memikul risiko.

a.       Pedagang pengumpul (tengkulak, bakul / palele)
» pedagang yang aktif membeli dan mengumpulkan barang dari produsen (nelayan / petani ikan) di daerah produksi dan menjualnya kepada pedagang perantara berikutnya dan jarang menjual kepada konsumen akhir.
        Cara jual beli pedagang perantara:
1.       Mendatangi nelayan (unit usaha perikanan) satu per satu.
2.       Membuka tempat pembelian di tempat-tempat pengangkutan lokal (traveling buyer)
b.    Grosir (wholesaler)
c.     Eksportir »pedagang yang membeli barang bernilai ekspor untuk konsumen akhir di pasar enceran.
d.    Importir » pedagang yang memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negerinya.
e.    Pedagang eceran (retailer)
» penjual yang menjual barang kepada konsumen terakhir dipasar eceran atau mendatangi rumah konsumen terakhir.
Retailer membeli barang kepada: grosir, nelayan, dan pedagang pengumpul.

3.2   Pedagang yang tidak memiliki barang dagangan (pdagang fungsional / agen)
        Principals → Pedagang yang mempergunakan agen untuk membeli barang untuk sendiri                                                       atau menjual barangnya kepada orang lain.
Komisioner, makelar, dan juru lelang → Pedagang yang tidak memiliki barang.
Ø  Merupakan lembaga pemberi jasa.
Ø  Sebagai balas jasa atas pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu.
Ø  Nama penerima upah:   ° komisioner: komisi / factorage
                                                        ° makelar: brokerage
                                                        ° lembaga pelelangan: komisi
Perbedaan Komisioer, makelar, juru lelang:
NO.
KOMISIONER
MAKELAR
JURU LELANG
1.
Melakukan penjualan secara pribadi (private sale)
Melakukan penjualan secara pribadi (private sale)
Melakukan penjualan secara umun
2.
Barang-barang yang dijual belikan tidak selalu tersedia di tempat penjualan.
Barang-barang yang dijual belikan tidak selalu tersedia di tempat penjualan.
Barang-barang yang dijual belikan tidak selalu tersedia di tempat penjualan.
3.
Dapat membeli dan menjual barang-barang yang dititipkan kepadanya oleh principalsnya atas nama sendiri menurut harga yang berlaku
Tidak boleh membeli dan menjual barang-barang yang dititpkan, tetapi harus menjual  atau membeli  dengan harga yang telah ditetapkan oleh principalsnya,


----

4.   LEMBAGA PENGUMPUL HASIL PERIKANAN



  • *     Pengusaha warung.
  • *     Pembeli yang akan membeli ikan dengan mendatangi usaha perikanan.
  • *     Perkumpulan koperasi lokal.
  • *     Pengolahan lokal

5.   PEDAGANG BESAR (GROSIR / WHOLESALER)



  • *      Memperdagangkan barang dalam jumlah lebih besar
  • *      Aktif di pasar-pasar pusat dan lokal
  • *      Memperoleh barang dari tengkulak
  • *      Sering datang ke pasar pelelangan

Tugas utama wholesaler:
ü  Melayani permintaan pedagang eceran
ü  Menjual barang kepada hotel, restaurant, pabrik pengolahan.
x         Wholesaler yang aktif di pasar pusat
Mengirim agennya ke daerah produksi (pasar lokal) untuk membeli barang untuknya dan barang-barang yang sudah diterima olehnya dibagi-bagikan dalam jumlah lebih kecil untuk dikirim kepada pedagang eceran.
x         Wholesaler yang aktif di pasar lokal
Membeli dan mengumpulkan barang dalam jumlah besar untuk dikirim kepada pelanggan (pedagang eceran, lembaga lainnya) di daerah konsumen tanpa atau langsung melalui agennya.

Fungsi Pedagang besar (wholesaler):
1.       Menyediakan produk yang dibutuhkan pedagang eceran secara kontinu.
2.       Mendistribusikan hasiil produksi dalam julah dan jenis-jenis yang disesuaikan dengan keinginan pedagang eceran.
3.       Mengangkut dan menyerahkan hasil produksi kepada pedagang eceran.
4.       Seringkali memberikan kredit dan nasehat kepada pedagang eceran.

6.   PEDAGANG ECERAN

       » perantara yang menjual barang-barang dalam jumlah kecil secara langsung kepada para               konsumen akhir (household-consumer).
Golongan pedagang eceran:
1.       Golongan yang tidak memiliki toko (nonstore retailer).
       Mereka ini misalnya pedagang keliling (paddler) yang menjualnya barangnya secara  door to
       door / dari rumah ke rumah, dan pedagang yang menjual barang di sepanjang jalan atau              pedagang kaki lima.
2.       Golongan yang tidak mmiliki toko (store retailer).
       Tempat konsumen akhir membeli barang yang dibutuhkan.

Fungsi pedagang eceran:
1.       Pembelian barang-barang  yang  mencakup mencari sumber penawaran,
a.       Menghimpun barang yang akan disalurkan kepada konsumen menurut waktu yang tepat.
b.      Menganalisis secara terus menerus barang apa yang akan dibeli oleh konsumen.
c.       Menetapkan waktu pembelian dan harga pembelian barang.
2.       Penjualan yang mencakup pemasangan reklame,
a.       Mengadakan atau ikut pameran barang-barang secara efektif.
b.      Pemberian pelayanan yang baik.
c.       Penyediaan barang yang  tepat dengan harga yang attraktip
3.       Menyimpan barang-barang persediaan (stock gudang) untuk kebutuhan para langganan,
4.       Medistribusikan barang-barang kepada pembeli dalam jumlah kecil,
5.       Memilih barang-barang atau grading,
6.       Pengeriman barang pesanan yang terjual ke pembeli jarang dilakukannya,
7.       Memberi kredit kepada para langganan,
8.       Menangani risiko sebagai konsekuensi pemilikan barang.

7.   LEMBAGA-LEMBAGA PEMBLIAN JASA

1.       Pedagang perantara (middlemen  atau intermediary)
        Pedagang yang mempunyai persediaan barang yang diperjual belikan.
2.       Agent middlemen (golongan pemberi jasa)
        Agen yang melaksanakan fungsi tataniaga tertentu dengan menerima komisi sebagai balas         jasa.
        Contoh:               
1.       Broker (makelar calo)
2.       Agen penjualan (selling agents)
3.       Komisioner
4.       Juru lelang
          Lembaga pemberi jasa adalah badan yang memberi jasa atau fasilitas untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan tataniaga.
Contoh:
1.       Lembaga reklame (advertising agencies) : penjualan
2.       Market concellor : penjualan
3.       Inspector : grading, standardisasi, mengkir
4.       Grader : grading
5.       Lembaga penelitian : pasar penjualan
6.       Perusahaan pengangkutan : pengangkutan
7.       Pengusaha public warehouse, veem : penyimpanan
8.       Bank : pembiayaan
9.       Perusahaan asuransi : menanggung risiko karena kecelakaan bencana alam
10.   Perusahaan pendinginan (cold storage plant) : perawatan mutu (handling)

8.    INTEGRASI LEMBAGA

                Penggabungan atau kombinasi dari kegiatan tataniaga ke dalam atau ke bawah suatu manajemen.

                Bentuk dasar integrasi:
1.       Integrasi vertikal
        Penggabungan proses dan fungsi – fungsi dari dua atau lebih dari dua stage of disribution masuk dalam satu sistem manajemen.
2.       Integrasi horizontal
        Penggabungan dua atau lebih dari dua lembaga yang melaksanakan kegiatan atau fungsi yang sama pada stage of distribution yang sama pula dalam 1 sistem  manajemen .

Perbedaan Integrasi Vertikal dengan Integrasi Horizontal:

Integrasi Vertikal
Integrasi Horizontal
1.       Menurunkan pengeluaran (expenses)
2.       Barang-barang yang dijual dengan harga yang lebih rendah
3.       Menguntungkan konsumen
1.       Mnghindari adanya persaingan dari perusahaan sejenis
2.       Mengontrol  atau menaikkan harga barang
3.       Merugikan konsumen

Keuntungan lembaga Integrasi:
a.       Biaya-biaya pembelian dan penjualan antara berbagai bagian organik yang tadinya berdiri sendiri, dapat dihilangkan.
b.      Risiko dapat dikurangi karena pasarnya mendekati pasti, sehingga perencanaan kegiatan dapat dilaksanakan secara lebih teratur dan kontinu.           



Hasil Wawancara Saluran Tataniaga Hasil Perikanan
                                                   
Judul Makalah                   :  Lembaga dan Saluran Tataniaga
Tanggal Wawancara          :  Kamis, 07 November 2012
Narasumber                      :  Bapak Iwan Efendi Nainggolan
Lokasi Wawancara           :  PPN Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah
                                           Jl. Jend. Gatot Subroto Pondok Batu Sarudik
                Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan dengan Bapak Iwan Efendi Nainggolan selaku narasumber yang bekerja sebagai pelaksana penanggung jawab bongkar ikan di PPN Sibolga, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Proses saluran tataniaga di PPN Sibolga:
1.       Proses bongkar muat:
1)      Ikan dibongkar dari palka
2)      Ikan dimasukkan ke blong
3)      Lalu dibawa ke meja sortir
4)      Ikan dipilih berdasarkan jenisnya.
5)      Kemudian ikan dilelang kepada pengirim ikan dan inang-inang.
       Pengirim ikan dan inang-inang bersaing untuk mendapatkan ikan.
6)      Akhirnya ikan dijual kepada penawar harga tertinggi.

        Apabila pemenang hasil lelang adalah pengirim ikan, maka ikan akan dikirim ke luar daerah Sibolga melalui perantara. Sedangkan, apabila pemenang hasil lelang adalah inang-inang, maka ikan akan dijual ke pasar-pasar terutama di pasar-pasar ikan di Sibolga.
Kelemahan inang-inang:
Jika jumlah ikan melimpah, maka mereka tidak mau menampung ikan.
Beda halnya dengan PNBP, jika ikan yang melimpah akan tetap ditanggungjawabi  oleh pihak PNBP.

Tukang penyortir ikan sudah ditentukan oleh PPN Sibolga sebanyak 8 orang/ meja sortir.

  • *      Upah penyortir ikan:   Rp.30,00/ kilo atau Rp.3.000,00/ ton
  • *      Upah tukang bongkar muat ikan:   Rp.30,00/ kilo atau Rp.3.000,00/ ton
2.       Proses pengiriman ikan:
Perjalanan ikan agar sampai ke tempat tujuan membutuhkan waktu 4 hari melalui jalur darat. Perbandingan es dengan ikan untuk mendinginkan ikan selama perjalanan ke darat adalah 2,5 kg es: 1 kg ikan. Jika ikan dikirim melalui jalur darat pada pukul 20.00 WIB, maka ikan harus sampai ke tempata tujuan pada pukul 04.00 WIB. Jika ikan sampai tidak tepat pada waktunya, maka harga ikan anjlok. Jika ikan sudah tidak segar lagi, maka ikan dijadikan ikan asin, dan ikan rebus.
*       Pengiriman Ikan dalam negeri (domestik): Medan, Siantar, Tarutung, Palembang, dan Jakarta.
*       Pengiriman ikan luar negeri (ekspor): Malaysia, Singapore.
                Pengiriman ikan ke luar negeri biasanya menggunakan pesawat dari bandara Polonia, Medan. Ikan tidak pernah dikirim melalui bandara F.L Tobing, Pinang Sori.
Ikan-ikan yang biasa dikirim melalui jalur domestik dan ekspor:
*      Ikan kakap*
*      Ikan bawal*                               
*      Ikan gurapu*
*      Udang kelong*
*      Ikan aso-aso
*      Ikan balatuacce
*      Ikan timpik
*      Cumi-cumi

ket: * = Ikan dengan harga termahal yang bervariasi.

Kesimpulan:
Dari informasi yang kami peroleh, dapat kami tarik kesimpulan bahwa:
*      Pergerakan saluran tataniaga hasil perikanan yang ada di PPN Sibolga terdiri dari 2 saluran berdasarkan tujuannya:
1.       Penyaluran hasil perikanan bahan mentah
2.       Penyaluran perikanan barang konsumsi.

*      Pada skema yang telah kami buat, dijelaskan bahwa sebelum barang-barang diterima oleh konsumen, telah mengalami proses pengumpulan di TPI Sibolga dan proses penyebaran yang dilakukan dengan cara lelang. Pedagang besar, Pedagang pengumpul, dan pedagang eceran menerima barang dari TPI. Namun ada pula pedagang besar yang menerima barang dari Pedagang pengumpul dan kemudian mengirimnya ke pedagang eceran, yang selanjutnya di jual kepada konsumen akhir. Proses pengumpulan oleh pedagang besar ini terjadi pada skema bahan mentah dan barang konsumsi.

*      Jadi, terlihat bahwa dalam penyaluran hasil perikanan dari produsen (nelayan) kepihak konsumen akhir terlihat banyak pedagang  yang mengumpulkan dan menjual ikan ke daerah atau tempat tujuannya masing-masing.

Saran:
                Demikian pembahasan dari makalah kami. Kami berharap semoga pembahasan dalam makalah ini dapat membantu dan bermanfaat bagi pembaca. Dan kami pun berharap pula kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Terimakasih.



^^



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar